SYNOPSIS

Sekelompok orang menumpang sebuah bus untuk menuju Sampar, sebuah kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya. Sampar dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap siaga melawan para militan pemberontak yang menuntut kemerdekaan atas tanah kelahiran mereka.

Setiap orang yang menumpang bus ini memiliki tujuannya masing- masing: mencari penghidupan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan keluarga, menyelesaikan masalah pribadi atau sesederhana ingin pulang ke kampung halaman.

Mereka berpikir bahwa ini akan menjadi perjalanan menuju daerah konflik yang seperti biasa, tanpa mereka sadari ada penyusup yang membawa pesan penting yang harus di  sampaikan ke Sampar. Pesan penting yang dapat mengakhiri konflik yang terjadi.

Kehadiran penyusup ini membahayakan semua penumpang, mengingat dia dicari oleh kedua pihak yang tengah bertikai, baik dalam keadaan hidup ataupun mati.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika semua orang harus memperjuangkan hidupnya di sela- sela desingan peluru. Mereka bahkan harus menghadapi pihak lain yang justru tidak menginginkan konflik berakhir. Kaum oportunis, pemelihara konflik karena mereka hidup dari konflik, kesadisan dan kebengisan mereka semakin memberikan teror pada para penumpang bus.

Tidak ada yang tahu, siapa yang akan mati dan siapa yang akan tetap hidup.

SYNOPSIS

Sekelompok orang menumpang sebuah bus untuk menuju Sampar, sebuah kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya. Sampar dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap siaga melawan para militan pemberontak yang menuntut kemerdekaan atas tanah kelahiran mereka.

Setiap orang yang menumpang bus ini memiliki tujuannya masing- masing: mencari penghidupan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan keluarga, menyelesaikan masalah pribadi atau sesederhana ingin pulang ke kampung halaman.

Mereka berpikir bahwa ini akan menjadi perjalanan menuju daerah konflik yang seperti biasa, tanpa mereka sadari ada penyusup yang membawa pesan penting yang harus di  sampaikan ke Sampar. Pesan penting yang dapat mengakhiri konflik yang terjadi.

Kehadiran penyusup ini membahayakan semua penumpang, mengingat dia dicari oleh kedua pihak yang tengah bertikai, baik dalam keadaan hidup ataupun mati.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika semua orang harus memperjuangkan hidupnya di sela- sela desingan peluru. Mereka bahkan harus menghadapi pihak lain yang justru tidak menginginkan konflik berakhir. Kaum oportunis, pemelihara konflik karena mereka hidup dari konflik, kesadisan dan kebengisan mereka semakin memberikan teror pada para penumpang bus.

Tidak ada yang tahu, siapa yang akan mati dan siapa yang akan tetap hidup.


DISCLAIMER